SPM Ganti Uang Persediaan dan Nihil

SPM-GUP adalah surat perintah membayar yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran /Kuasa Pengguna Anggaran dengan membebani DIPA, yang dananya dipergunakan untuk menggantikan uang persediaan yang telah dipakai.

Syarat Pengajuan SPM-GUP untuk Pengisian kembali UP sebagaimana dimaksud dapat diberikan apabila dana UP telah dipergunakan sekurangkurangnya 75 % dari dana UP yang diterima.

SPM-GUP Nihil adalah surat perintah membayar penggantian uang persediaan nihil yang diterbitkan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran untuk selanjutnya disahkan oleh KPPN.

Pengesahan Surat Perintah Membayar Penggantian UP (SPM-GUP) Nihil atas TUP dilaksanakan KPPN dengan membubuhkan Cap pada SPM GU Nihil “telah dibukukan pada tanggal ... oleh KPPN” dan ditandatangani oleh Kepala Seksi Perbendaharaan.

Surat Pernyataan Tanggung jawab Belanja (SPTB) adalah pernyataan tanggung jawab belanja yang dibuat oleh PA/Kuasa PA atas transaksi belanja sampai dengan jumlah tertentu.

Pembayaran yang dapat dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran kepada satu rekanan tidak boleh melebihi Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) kecuali untuk pembayaran honor.

 

SPM-GUP / SPM-GUP Nihil dilampiri :

  1. Surat SPTB;
  2. SSP (surat setoran pajak) yang dilegalisir oleh KPA;

 

Pengajuan SPM Ganti Uang adalah sebagai berikut:

  1. Jenis SPM : 05
  2. Jenis Pembayaran : 1
  3. Sifat Pembayaran : 3

 

Lampiran Yang Diperlukan:

  1. Surat Pertanggungjawaban Belanja (SPTB)
  2. Fotokopi legalisir dari KPA untuk Surat Setoran Pajak jika ada
  3. Untuk GU PNBP disertakan Nota Perhitungan PNBPnya/MP dan SSBP yang telah di legalisir.

 

Hal-hal teknis yang perlu diperhatikan :

  1. Pada waktu merekam SPM pastikan bahwa uraian pembayaran sama dengan jenis akun yang diminta;
    Contoh : Akun 521111
    Uraian : Penggantian uang persediaan untuk keperluan belanja keperluan perkantoran
    Bukan : Penggantian uang persediaan untuk keperluan belanja non-operasional lainnya
    Pastikan uraiannya benar karena kalau dituliskan seperti diatas akunnya bukan 521111, sehingga dengan terpaksa harus kami tolak;
  2. Pada waktu membuat SPTB pastikan bahwa klasifikasi belanja dan sub kegiatan, Akun terisi dengan benar, sama dengan yang tercantum pada SPM –nya;
  3. Untuk pengadaan barang/jasa diatas Rp 5 juta jangan lupa untuk mencantumkan nomor dan tanggal SPK dan SPTB;
  4. Pada waktu merekam SPM pastikan jenis SPM adalah 05 bukan 06, (kalo dibuat 06 nanti bermasalah!)
  5. Pastikan bahwa peruntukan belanja dilakukan sesuai dengan uraian belanjanya pada kode Akunnya.
    Contoh : Belanja inventaris bisa dilakukan dengan menggunakan akun belanja barang (521111) sepanjang nilainya tidak melebihi Rp 300.000 per satuan barang (batasan kapitalisasi). Jika lebih dari Rp 300.000 tersebut maka harus belanja modal akun 53...
  6. Pada waktu membuat SPM GUP Nihil pastikan anda memilih nomor SPM TUP yang akan dibuatkan SPM GUP Nihil – nya pada waktu merekam SPM GUP Nihil sebab jika tidak maka akan jadi salah perhitungannya contohnya saldo UP nya jadi minus dan SPM TUP nya statusnya belum dipertanggungjawabkan.